Beranda Berita Bupati Ipuk Fiestiandani memaparkan, pihaknya akan bermitra dengan banyak pihak dalam penanganan...

Bupati Ipuk Fiestiandani memaparkan, pihaknya akan bermitra dengan banyak pihak dalam penanganan dan pengelolaan sampah di Banyuwangi

50
0

Banyuwangi menjalin kerjasama strategis bersama pemerintah Norwegia dalam upaya pengendalian polusi plastik. Kerjasama tersebut kian ditingkatkan melalui perjanjian global pengendalian polusi plastik.
Dalam seminar Turning The Tide on Marine Plastic Pollution bagian dari rangkaian kegiatan Road to a Global Plastic Treaty yang merupakan salah satu upaya dan dukungan internasional dalam menyelesaikan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh polusi plastik.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan serta UNDP (Badan Pembangunan PBB), di Jakarta (8/11) lalu. Pemerintah Norwegia dan Banyuwangi menguatkan komitmen bersama.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Krüger Giverin menjelaskan, seminar ini digelar untuk mempertemukan para pemangku kepentingan internasional (sektor swasta, organisasi internasional, dan pemerintah) guna mendapatkan solusi inovatif mengurangi polusi plastik laut secara global.

“Kita semua sudah sepakat bahwa masalah pencemaran plastik di laut adalah isu yang serius, tapi saya yakin kita semua optimis bahwa kita memiliki solusi untuk mengatasinya,” kata Ruth.

lanjut Ruth, forum tersebut juga membahas bagaimana inisiatif baru dijalankan oleh para aktor nasional, subnasional dan lokal dalam mengurangi sampah laut dan polusi plastik di Indonesia.

“Dan saya sangat senang Ibu Bupati Banyuwangi hadir di sini. Apa yang dipaparkan kepada kami tentang kolaborasi pemkab bersama stake holder, swasta, organisasi, komunitas merupakan salah satu gambaran dari solusi masalah pencemaran sampah plastik di laut. Ini membangun optimisme untuk kita semua yang hadir dalam upaya mengurangi pencemaran plastik di laut,” kata Ruth.

Seminar tersebut juga diikuti oleh Perwakilan Tetap UNDP Indonesia Norimasa Shimomura, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marvest Dr. Nani Hendiarti, perwakilan Danone Indonesia serta perwakilan dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan bagaimana Banyuwangi bermitra dengan banyak pihak dalam penanganan dan pengelolaan sampah di daerahnya.

Banyuwangi telah membangun dan mengoperasikan 19 TPS3R diantaranya TPS3R Sumberberas, Tembokrejo, dan Balak melalui skema Public- Private Partnership (PPP).

Seperti Project STOP di Kecamatan Muncar yang bekerjasama dengan PT. Systemiq Lestari Indonesia. Sejak dilaksanakan 2018, program ini telah membawa banyak perbaikan terhadap pengelolaan persampahan di Muncar.

“Lebih dari 90.000 warga desa setempat ikut layanan pengangkutan sampah, lebih dari 14.000 ton sampah berhasil terkumpul dan selanjutnya diolah, juga terjadi perubahan perilaku warga untuk mulai memilah sampah. Banjir di sana juga berkurang, karena sungai bebas dari sampah,” beber Ipuk.

Banyuwangi juga memiliki program CLOCC (Clean Ocean through Clean Communities) yang didukung pemerintah Norwegia untuk penyusunan rencana induk pengelolaan sampah, serta pendampingan desa untuk aktivitas TPS3R.

“Kita juga bersama NGO Sungai Watch, ada program bersih-bersih sungai untuk mengurangi sampah yang masuk ke laut,” kata Ipuk.

Ipuk melanjutkan, kerjasama program dan kegiatan yang dilakukan selama ini telah memberikan dampak positif bagi Banyuwangi. Capaian pengurangan sampah mengalami kenaikan dari 37.500 ton/tahun di 2022 menjadi 41.200 ton/tahun di 2023.

“Capaian penanganan sampah juga meningkat, dari 49.000 ton/tahun di tahun 2022 menjadi 51.300 ton/tahun di 2023,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here