Beranda Berita Jokowi Berikan Deadline Menteri Untuk Siapkan Detail Vaksinasi Covid-19

Jokowi Berikan Deadline Menteri Untuk Siapkan Detail Vaksinasi Covid-19

332
0

Jokowi meminta para Menteri penanganan percepatan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam dua pekan untuk menyiapkan rencana detail pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

“Sehingga saat vaksin ada, itu tinggal langsung implementasi, pelaksanaan di lapangan. Untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin itu direncanakan secara detail seawal mungkin,” kata Presiden.

Perencanaan vaksinasi harus mencakup waktu pelaksanaan vaksinasi, lokasi vaksinasi, Lembaga pelaksana vaksinasi dan sasaran vaksinasi.

Diketahui, Indonesia punya dua pilihan sumber vaksin COVID-19, yang pertama vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Kementerian Riset dan teknologi berharap produksi massal vaksin Merah Putih dapat dimulai pada akhir 2021. Pilihan keduanya adalah vaksin hasil kerjasama dengan perusahaan farmasi dari negara lain yakni vaksin produksi perusahaan farmasi China PT Sinovac, vaksin hasil kerja sama dengan Sinopharm dan Grup 42 dari Uni Emirat Arab, serta vaksin dari kerja sama antara Genexine dari Korea Selatan dengan PT Kalbe Farma.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menginstruksikan penerapan standar pengobatan pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Saya tadi malam mendapatkan laporan dari Wakil Ketua Komite dan juga dari Menteri Kesehatan bahwa standar untuk pengobatan semuanya sudah diperintahkan mengacu kepada standar yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan baik itu di ICU, di ruang isolasi, maupun di wisma karantina, ini penting sekali,” katanya

“Kita harapkan nanti angka kematian akan semakin menurun, kemudian angka kesembuhan akan semakin lebih baik lagi,” tambah Presiden

Presiden mengutip data kasus COVID-19 per 27 September 2020 yang menunjukkan rata-rata kasus aktif di Indonesia sebanyak 22,46 persen.

“Ini sedikit lebih rendah dari pada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Saya kira ini baik untuk terus diperbaiki lagi,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here