Beranda Berita Hasto: Politik Pendidikan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Hasto: Politik Pendidikan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

290
0

PDI Perjuangan menyatakan bahwa politik Pendidikan berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan sebuah proses cetak biru menjadi bangsa pemimpin.

“Ia hadir dalam kebijakan, sistem pendidikan, kultur, dan proses saling mencerdaskan guna menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi disertai tradisi berpikir kritis namun tetap membumi pada kebudayaan bangsa,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

Hasto mengatakan bahwa Bung Karno pernah berpesan agar ilmu pengetahuan mengabdi pada kemanusiaan itu mengandung sebuah makna bahwa Pendidikan membebaskan rakyat dari kebodohan, menjadikan taraf kebudayaan Indonesia semakin meningkat dan diwarnai dengan nilai-nilai luhur bangsa.

“Atas klarifikasi Mendikbud, PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk benar-benar memperhatikan pendidikan sebagai faktor kemajuan bangsa yang begitu penting,” kata Hasto.

Indonesia memiliki rekam jejak sejarah nusantara sebagai bangsa pemimpin. Nusantara dalam perspektif sejarah mengandung kehebatan mengenai posisi geopolitik yang begitu strategis hingga menjadi titik temu dan sintesa peradaban dunia.

“Melalui pendidikan yang benar, pendidikan yang sarat dengan nation and character building, dan pendidikan yang memerdekakan, maka pendidikan adalah proses cetak biru dengan pijakan sejarah yang kuat, akan lahirlah semangat untuk hadir sebagai bangsa pemimpin,” katanya.

Maka dalam hal ini, PDI Perjuangan telah menerima klarifikasi secara langsung dari Mendikbud, Nadiem Makarim bahwa kemeteriannya tidak akan menghapus pelajaran sejarah dari mata pelajaran wajib.

”Klarifikasi secara cepat dan langsung oleh Mendikbud kami apresiasi. Yang akan dilakukan Kemendikbud adalah upaya menjadikan sejarah sebagai hal yang sangat relevan bagi generasi muda,” kata Hasto.

Sejarah bisa ditampilkan dalam pembelajaran dengan cara yang kreatif, menarik dan penuh dialog tentang relevansi sejarah tersebut untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Dengan cara itu, sejarah dapat menginspirasi,” kata Hasto menirukan klarifikasi Nadiem Makarim.

Penjelasan dari Mendikbud dinilai sangat penting lantaran menjawab semua isu yang beredar dan sebagai bentuk tanggung jawab politik agar tidak memunculkan persepsi yang salah atas setiap kebijakan pemerintah.

“Ke depan hal-hal yang belum final agar dikelola secara hati-hati supaya berbagai permutasi tersebut tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Pendidikan itu untuk masa depan,” katanya.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, kita semua sepakat bahwa sejarah menjadi api semangat dan akar peradaban bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here