Beranda Berita Apresiasi Posyandu Keluarga NTB, BKKBN : Patut Ditiru Daerah Lain

Apresiasi Posyandu Keluarga NTB, BKKBN : Patut Ditiru Daerah Lain

284
0

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo mengapresiasi program inovasi posyandu keluarga yang dimilki Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, inovasi posyandu keluarga yang merupakan ide cemerlang dalam upaya penanggulangan angka stunting di Indonesia.

“Inovasi Posyandu Keluarga ini patut ditiru oleh daerah lain,” ungkap Hasto

Selain mampu mengintegrasikan berbagai pelayanan kesehatan terpadu dari ibu, anak hingga lansia serta mengedukasi program unggulan yang ada seperti zero waste dengan bank sampahnya.

“Posyandu keluarga ini keberadaannya merupakan yang pertama di Indonesia. Alasan utama dan magnet bagi kami untuk menjadikan NTB sebagai lokasi pertama tempat dilaunchingnya program Kampung Keluarga Berkualitas di Indonesia tiada lain karena posyandu keluarganya,” kata Hasto

Inovasi cemerlang itu perlu dikawal serta di dukung penuh keberadaannya oleh semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, agama serta kaum milenial.

“Perlu sinergitas untuk mensukseskan dan merawat program ini. Jangan sampai program posyandu keluarga yang cemerlang ini gagal atau berhenti ditengah jalan,” pintanya

Program kampung keluarga berkualitas sendiri merupakan istilah baru yang sebelumnya bernama Kampung KB (Keluarga Berencana), dimana kampung keluarga berkualitas ini tampak mirip dengan hasil inovasi posyandu keluarga NTB yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan disamping melakukan edukasi terkait pendidikan reproduksi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakn bahwa program posyandu keluarga sejak awal dibentuknya merupakan wujud komitmen NTB dalam menekan angka stunting, di samping sebagai wadah untuk sharing terkait masalah sosial lainnya, seperti pernikahan dini, buruh migran, lingkungan, pemberdayaan ekonomi keluarga dan lain-lain.

“Kami meyakini semua masalah bisa teratasi jika masalah tersebut diintervensi edukasinya melalui tatanan paling bawah dalam hal ini posyandu,” ungkapnya

keberadaan posyandu keluarga yang sampai bulan Juli 2020 berjumlah 1.825 unit ini, bertujuan tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi remaja bahkan lansia pun tersedia.

Selain itu, untuk memudahakan pelayanan serta pendataan terkait posyandu, saat ini sistem manajemen dan pendataan posyandu telah ditunjang dengan aplikasi Sistem Informasi Posyandu (SIP-Posyandu)

“Untuk mengefisiensikan serta memudakan pendataan, kami berinovasi dengan Sistem Informasi Posyandu. Semua perkembangan data terkait posyandu sudah termuat di dalam satu sistem tersebut”, kata Rohmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here