Beranda Berita Optimis Semangat Kemerdekaan Bawa Positif Pertumbuhan Ekonomi

Optimis Semangat Kemerdekaan Bawa Positif Pertumbuhan Ekonomi

275
0

Suasana kemerdekaan yang sedan dirayakan bangsa Indonesia pada 17 Agusttus 2020 dapat memantik semangat untuk membawa pertumbuhan ekonomi ke arah positif.

Meskipun, Badan Pusat Statistik (BPS) sudah merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II Tahun 2020 mengalami minus sebesar 5,32% dibandingkan triwulan II Tahun 2019 atau year on year.

Hal tersebut tidak membuat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI MH. Said Abdullah pesimis, ia justru masih meyakini semangat kemerdekaan mampu meloloskan Indonesia dari krisis akibat pandemic ini.

“Kita harus bangga bahwa hari ini kita telah memasuki Indonesia maju, karena pendapatan kita di 2020 awal, sudah 4.220 dollar Amerika Serikat income per kapita,” ungkap Said.

Said pun menilai pandemic yang bercampur dengan penurunan pemasukan tersebut akan segera berganti menuju peluang lolos dari keduanya.

“Walaupun dengan adanya pandemi, adanya penurunan income per kapita karena ada kontraksi ekonomi kita, tapi yakinlah dengan semangat 17 agustus 1945 ini, yaqin haqqul yaqin kita akan lolos dari pandemi Covid-19,” tambahnya.

Sedangkan mengenai program pemulihan nasional (PEN), ia menilai hal yang sudah dirumuskan pemerintahan ini merupakan salah satu solusi agar Indonesia bisa keluar dari kontraksi ekonomi yang terjadi pada triwulan II tahun 202 ini.

“Saya yakin dan percaya dengan PEN 2020 pada triwulan IV kita tidak akan mengalami kontraksi sebagaimana triwulan II. InsyaAllah. Kalau triwulan II itu minus 5.32, maka prediksi saya di triwulan III, toh kalau mengalami kontraksi hanya di angka 4.1, itu artinya kita bisa mengejar pada triwulan IV. Kalau triwulan IV kita bisa tumbuh 1-2 persen, maka good bye resesi untuk Indonesia,” jelas Said.

Dengan demikian, jika sebelum 2014 ekonomi Indonesia berbentuk piramida, maka Said meyakini bahwa lima tahun kedepan bentuk perekonomiannya akan menjadi belah ketupat.

“Artinya kelompok menengah akan semakin besar dan kelompok kecil akan semakin mengecil, dan yang kaya akan kalah pada kelompok menengah,” pungkas Said.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here