Beranda Berita 75 tahun Indonesia Merdeka, Megawati: Nilai Kiprah Perempuan di Politik Masih Kurang

75 tahun Indonesia Merdeka, Megawati: Nilai Kiprah Perempuan di Politik Masih Kurang

326
0

Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan beberapa pesan dalam rangka peringatan HUT RI Ke-75 dalam sebuah video yang diunggah Biro Pers Sekretariat Presiden. Salah satu hal yang menjadi sorotannya yakni keterlibatan perempuan di kancah perpolitikan Indonesia yang masih kurang.

“Sebenarnya kalau saya melihat, para wanita Indonesia ini masih sangat kurang di dalam kiprahnya di dalam bidang politik. Saya menekankan hal itu,” katanya dikutip dari video Biro Pers Setpres.

Dia pun menyebutkan jika saat ini memang sudah banyak organisasi bagi perempuan Indonesia, namun hal tersebut belum mampu mendorong para perempuan untuk terjun ke ranah politik.

“Tetapi masih sangat kurang wanita-wanita yang berani terjun di bidang politik. Tentunya yang harus kita lihat kendalanya itu apa,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa sebenarnya hukum formal di Indonesia memberikan peluang besar bagi perempuan untuk berkiprah di bidang politik. Dengan adanya hukum formal tersebut, maka kaum perempuan dapat berkiprah di dunia politik bersama dengan kaum laki-laki. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa setiap warga Negara mempunyai hak yang sama.

“Artinya tidak disebut laki atau perempuan di mata hukum. Jadi kita harusnya kaum perempuan kita menyadari hal itu,” tuturnya.

Bukan hanya itu saja, Megawati juga menyebutkan bahwa dalam bahasa Jawa, perempuan sering disebut sebagai konco wingkin (teman di belakang). Bahkan ada juga istilah yang menyebutkan ika masuk surga perempuan itu katut (terbawa), masuk neraka itu nunut (menumpang). Namun, dia menolak istilah-istilah tersebut.

“Sudah bukan jamannya lagi kaum perempuan berbunyi itu seperti apa yang tadi saya katakan peribahasa Jawa itu. Karena kenyataan di lapangan banyak sekali bapak dan ibu bekerja untuk membesarkan anak-anaknya supaya anak Indonesia menjadi bergizi dengan makanan. Lalu pintar otaknya.

Sehingga mereka dapat meneruskan sekolah tidak hanya sampai di tingkat SD atau SMP atau SMA tapi seluruhnya dapat melakukan hal itu sampai di tingkat Universitas,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here