Beranda Berita Masa Pandemi, Presiden Perintahkan Percepat Akses Digital

Masa Pandemi, Presiden Perintahkan Percepat Akses Digital

362
0

Presiden Joko Widodo memerintahkan agar mempercepat akses yang didukung pembangunan infrastruktur digital yang digunakan untuk menunjang pelayanan publik di masa pandemic.

“Segera lakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital. Saya kira kemarin kita sudah bicara dengan Menkominfo mengenai ini,” kata Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang bertemakan “Perencanaan Transformasi Digital” secara tatap muka yang dihadiri oleh para menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Kemudian percepatan layanan internet di 12.500 desa atau kelurahan serta titik-titik layanan publik,” tambah Presiden.

Bukan hanya itu saja, Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar di masa-masa pandemic ini dapat dimanfaatkan dalam transformasi digital.

“Karena di masa pandemi maupun ‘next pandemic’ mengubah secara struktural cara kerja, cara beraktivitas, cara berkonsumsi, cara belajar, cara bertransaksi yang sebelumnya ‘offline’ dengan kontak fisik menjadi lebih banyak ke ‘online’ dan digital,” ungkap Presiden.

Perubahan tersebut harus segera diantisipasi dan disiapkan dengan matang.

“Harus direncanakan secara matang. Survei lembaga IMD (Institute for Management Development) ‘World Digital Competitiveness’ pada 2019 negara kita masih di peringkat 56 dari 63 negara, memang kita di bawah sekali,” tambah Presiden.

Seperti yang diketahui, Indonesia menduduki peringkat lebih rendah dibandingkan dengan Negara-negara Asia lainnya. Sementara itu, Thailand berada diposisi 40, Malaysia di posisi 26 dan Singapura berada di posisi nomor 2.

“Persiapkan betul ‘road map’ transportasi digital di sektor-sektor strategis, baik di pemerintahan, di layanan publik, di bantuan sosial, sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor perdagangan, sektor industri, sektor penyiaran dan jangan sampai infrastruktur digital yang sudah kita bangun justru utilitasnya sangat rendah,” tegas Presiden.

Berdasarkan data yang ada, implementasi transformasi digital dalam sektor pemerintahan adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial Intelligence (AI) untuk percepatan perizinan; penggunaan “big data” untuk pengambilan keputusan.

Saat ini tercatat sebanyak 12.548 desa/kelurahan yang belum dapat menikmati akses internet pita lebar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here