Beranda Berita Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan, Ikawangi harus bisa membangun kultur kolaboratif dan inovatif

Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan, Ikawangi harus bisa membangun kultur kolaboratif dan inovatif

84
0

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadiri HUT ke-4 Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Provinsi Jambi di EV Garden, Jambi. Dalam kesempatan itu, Ipuk menyampaikan empat peran strategis Ikawangi.
“Ikawangi tidak semata ajang reuni, tapi memiliki peran-peran strategis yang penting untuk pembangunan Banyuwangi sendiri, maupun bagi tempat yang ditinggalinya,” ungkap Ipuk, Senin (13/11/2023).

Peran pertama tersebut, terang Ipuk,sebagai duta budaya bagi Banyuwangi. “Kenalkan budaya dan potensi Banyuwangi dengan baik. Sehingga mereka kenal dan ingin berkunjung dengan Banyuwangi,” pintanya.

Selain itu, Ipuk juga berharap koneksitas warga asli di Banyuwangi ini bisa menjadi jejaring bisnis. “Manfaatkan untuk membangun relasi bisnis. Baik perdagangan ataupun jasa antar sesama,” imbuhnya.

Peran berikutnya yang ditekankan adalah membangun kultur kolaboratif dan inovatif. “Dunia perantauan jelas tidak sama dengan kampung halaman. Maka, harus membuka diri dengan pihak lain untuk berkolaborasi dan berinovasi,” tuturnya.

Selanjutnya, Ipuk berharap, Ikawangi bisa menjadi ikatan untuk membangun solidaritas sosial dan kemanusiaan antar sesama perantau. “Saling tanyakan kabar dan saling bantu jika ada saudara yang sakit atau dalam kesusahan,” tegasnya.

Sementara Ketua Ikawangi Provinsi Jambi, Panut menceritakan, meski baru berusia empat tahun, lembaga tersebut memiliki pertumbuhan yang cukup progresif. Sampai saat ini, telah terbentuk lima korwil di seluruh Jambi. Ada Korwil Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Muaro Bungo, Muaro Jambi dan Merangin.

“Total ada sekitar 5.000 orang Banyuwangi di sini. Bahkan, di Muara Bango ada satu kampung yang di dalamnya ada 2.000 orang Banyuwangi asal Tegaldlimo semua,” terangnya.

Panut menyebut bahwa Ikawangi Jambi lagi bersemangat untuk mengembangkan seni budaya Banyuwangi. “Saat ini kita menampilkan tari gandrung dan jaranan butho kolosal, lengkap dengan panjaknya, asli dari sini,” paparnya.

Dalam ulang tahun tersebut berlangsung meriah. Dihibur dengan tari kolosal yang melibatkan lebih dari 60 penari gandrung dan jaranan butho. Juga diselingi dengan lagu-lagu Banyuwangi yang dibawakan Maharani Ambyar.

Sejumlah anggota Ikawangi lain di Sumatera juga turut hadir. Dari Sumatera Selatan, Lampung, Pekanbaru, hingga Padang. Sejumlah tokoh lokal juga turut hadir bersama dengan paguyuban dari daerah lainnya di Jawa.

Sementara Menpan-RB Abdullah Azwar Anas juga menyapa mereka melalui zoom. Menteri asli Banyuwangi itu mengapresiasi keguyuban dan semangat Ikawangi Jambi.

“Semoga semakin menambah kebermanfaatan bagi saudara-saudara di Jambi, lebih-lebih bagi yang ada di Banyuwangi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here