Beranda Berita Gandeng BPOM Kariyasa Gelorakan Pangan Sehat

Gandeng BPOM Kariyasa Gelorakan Pangan Sehat

106
0

Dengan menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bali, Anggota Komisi IX DPR Republik Indonesia Ketut Kariyasa Adnyana tak hanya menekankan pentingnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pangan sehat.

Pada acara yang dihadiri Anggota DPRD Buleleng Kadek Turkini, Kepala Loka POM Buleleng, Ketua LPM dan ratusan mahasiswa Undiksha Singaraja juga digelorakan Empat Pilar Kebangsaan dan upaya pencegahan stunting.

“Pengetahuan tentang obat dan pangan sehat sangat dibutuhkan masyarakat, terutama generasi muda, mahasiswa sehingga dapat terhindar dari penggunaan obat yang salah seperti pemakaian kosmetik maupun makanan yang tidak sehat atau kadaluarsa,” tandas Kariyasa Adnyana usai sosialisasi dan edukasi obat pangan sehat di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Senin (13/3/2023).

Dengan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang obat dan pangan sehat, Kariyasa berharap generasi muda, mahasiswa sebagai aset bangsa, bonus demografi menuju Indonesia Emas tahun 2045 tidak hanya dapat terhindar dari penggunaan obat yang salah, termasuk narkoba.

“Generasi muda, mahasiswa dapat menjadi duta BPOM dalam mensosialisasikan obat dan pangan sehat kepada masyarakat. Termasuk juga dalam upaya mencegah stunting, yang saat prevalensinya meningkat dari 8,9 menjadi 11 persen,” tandasnya.

Penyebab naiknya prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng hendaknya dapat diketahui dengan segera sehingga bisa dicarikan solusi untuk penanganan lebih lanjut.

“Prevalensi stunting di Buleleng naik dari 8,9 menjadi 11%, apa penyebabnya tentu harus segera diketahui sehingga penanganan stunting yang ditargetkan secara nasional turun dari 24 % menjadi 14% pada tahun 2024 dapat terwujud,” terangnya.

Terkait upaya menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan, politisi asal Busungbiu ini menyatakan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai pilar Bangsa Indonesia harus tetap tegak dan membumi di setiap jiwa generasi muda.

“Jangan sampai, pengetahuan dan pemahaman generasi muda kita terhadap empat pilar kebangsaan itu luntur di tengah derasnya arus globalisasi. Empat pilar kebangsaan itu wajib kita jaga, tanamkan kepada setiap generasi muda Bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk menggunakan hak politiknya pada pesta demokrasi, Pemilu Tahun 2024.

“Dengan wawasan kebangsaan yang baik, generasi muda, mahasiswa kita harapkan dapat menggunakan hak pilihnya, menentukan pilihan politiknya dengan baik, bebas dan demokratis,” tandas Kariyasa yang juga mensosialisasikan baik buruknya pelaksanaan sistem Pemilu secara terbuka dan tertutup kepada mahasiswa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here