Beranda Berita Rudianto Tjen Harapkan Ekonomi Baru di Bangka Belitung

Rudianto Tjen Harapkan Ekonomi Baru di Bangka Belitung

704
0

Anggota DPR RI DPR RI Dapil Bangka Belitung (Babel), Ir. Rudianto Tjen mengharapkan adanya sektor perekonomian baru yang menjadi alternatif pencaharian masyarakat Babel kedepannya. Rudi menilai, timah yang telah menjadi komoditas unggulan Babel mulai menipis.

Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, produksi timah tanah air sebanyak 34,05 ribu ton pada 2021. Jumlah ini turun 37,2 persen dari tahun sebelumnya yang sebanyak 54,26 ribu ton. Sepanjang 2017-2021, produksi timah mengalami tren yang menurun.

Peningkatan produksi hanya terjadi pada 2018 yakni mencapai 82,87 ribu ton atau naik 6,14 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 78,07 ribu ton.

“Bangka Belitung ini kontribusi timah itu besar sekali untuk pertumbuhan ekonomi dan seterusnya. Untuk itu yang sekarang sebenarnya perlu kita garap bahwa perlu diperhatikan timah ini dari tahun ke tahun produksinya mulai menurun karena tentu saja kan cadangan itu mulai menipis,” ungkap Rudi dalam keterangannya, Minggu (11/12/2022).

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut hajat hidup masyarakat kedepannya.

“Yang harusnya kita semua harus mulai waspada dari sekarang, kita harus mempersiapkan ekonomi pasca timah supaya ekonomi di Bangka Belitung ini tetap bisa stabil kalau bisa juga tumbuh pesat seperti sekarang ini. Tentu saja persiapan pasca timah ini menjadi poin yang harus kita perhatikan,” jelasnya.

Untuk itu, sambung Rudi semua pihak termasuk masyarakat harus memikirkan langkah kongkret apa yang bisa dilakukan usai cadangan timah habis di bumi Bangka Belitung.

“Untuk itu harapan saya dan kita semua sebagai masyarakat Bangka Belitung ini ya harus menjadi perhatian pasca timah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sejumlah daerah penghasil timah di Indonesia antara lain Pulau Karimun, Kundur, Singkep, dan sebagian daratan Sumatera yaitu Pulau Bangka dan Belitung. Pulau-pulau ini berada pada jalur yang disebut The South East Asia Tin Belt (Sabuk Timah Asia Tenggara).

Menurut Kementerian ESDM, usia cadangan timah Indonesia diperkirakan hanya mencapai 25 tahun saja. Oleh sebab itu, pemerintah sedang memperbaiki tata kelola industri pertambangan timah dari hulu ke hilir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here