Beranda Berita Ibadah Haji dan Umroh Jadi Jangkar Hubungan Indonesia dan Arab Saudi

Ibadah Haji dan Umroh Jadi Jangkar Hubungan Indonesia dan Arab Saudi

203
0

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai, pelaksanaan ibadah haji dan umrah, serta diaspora Indonesia melalui siswa, mahasiswa, dan tenaga kerja Indonesia yang sekolah dan bekerja di Kerajaan Arab Saudi menjadi jangkar yang memperkokoh hubungan Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi.

“Hubungan ini telah terbangun lama, lebih lebih lama dari hubungan G to G yang dimulai sejak tahun 50-an, di masa Presiden Sukarno,” kata Said Abdullah dalam salah satu bagian sambutannya saat bertemu dengan Komite Keuangan dan Ekonomi Parlemen Kerajaan Saudi Arabia, di Riyadh, Rabu 7 Desember 2022 sebagaimana dilansir Detik.com, Kamis 8 Desember 2022.

Said Abdullah yang juga politisi senior PDI Perjuangan itu berharap, hubungan yang sudah berlangsung lama ini akan semakin diperkuat ke depan lewat berbagai kegiatan. Dan, kunjungan yang dilakukannya adalah bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan itu terutama hubungan antarparlemen kedua negara.

Said Abdullah menyebut Indonesia dan Arab Saudi memiliki banyak kesamaan yakni sama-sama mayoritas berpenduduk muslim, sama-sama memiliki bonus demografi, dan sama-sama anggota G20.

“Atas kesamaan itulah, kami Badan Anggaran DPR Republik Indonesia memandang penting berkunjung ke parlemen Kerajaan Saudi Arabia, khususnya pada Komite Keuangan dan Ekonomi,” ujarnya.

Pada bagian lain Said Abdullah mengungkapkan kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali pada 15-16 November 2022 lalu.

Kerajaan Saudi Arabia dan Indonesia adalah dua negara yang tergabung dalam 20 negara-negara dengan PDB terbesar di dunia. “KTT G20 di Bali November 2022 lalu menjadi jawaban penting dalam merespon situasi dunia yang makin rentan, dan penuh ketidakpastian,” kata Said lagi.

Menurut Said, KTT G20 di Bali telah menjadi jembatan yang menghubungkan kebuntuan komunikasi kekuatan politik dan ekonomi dunia, yang nyaris jatuh pada situasi seperti era perang dingin.

“Alhamdulillah, Indonesia dan Saudi Arabia ikut menjadi ice breaker, dan menjadikan KTT G20 sebagai sarana bersama untuk recover togather, and recover stronger,” katanya.

Adapun tentang kunjungan tersebut, Said mengungkapkan bahwa ini adalah sebuah rencana lama yang tidak kunjung terwujud karena terhalang pandemi Covid-19.

“Sebenarnya kunjungan kerja ini sudah kami rencanakan tahun lalu, tetapi terhalang oleh pendemi Covid-19, khususnya di Indonesia saat itu sedang memuncak,” ujarnya.

Dia memungkasi, “Agenda kunjungan kerja ke Parlemen Saudi Arabia terpaksa kami jadwalkan ulang. Syukur Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, setelah penyebaran Covid-19 sudah mulai mereda dan terkendali, akhirnya kunjungan kerja ini dapat terlaksana.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here