Beranda Berita Dibuka Mercy Barends, DPR dan BRIN Latih 200 Pelajar Susun KTI

Dibuka Mercy Barends, DPR dan BRIN Latih 200 Pelajar Susun KTI

160
0

Sebanyak 200 pelajar [siswa-siswi] dari sejumlah Sekolah Menegah Atas [SMA] di Kota Ambon dan Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, mengikuti Pelatihan Penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang digelar Komisi VII DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional [BRIN].

Pelatihan KTI ini dibuka oleh Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Maluku, Mercy Chriesty Barends, ST, yang berlangsung di Aula Serbaguna SMK Negeri 2 Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Sabtu (22/10/2022).

Dalam sambutannya, politisi PDI-Perjuangan itu mengatakan, tujuan dari kegiatan Pelatihan Penyusunan KTI ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas siswa-siswi dalam semangat membangun kultur menulis secara ilmiah, melakukan riset-riset, kerja-kerja yang sistemik dan terukur dengan membangun pikiran kritis dengan data-data yang terukur.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan diikuti perwakilan SMA antaranya, SMA Negeri 57 Malteng di Desa Alang, SMA Negeri 14 Malteng di Desa Hatu, SMA N 53 Malteng di Desa Wakasihu, dan SMK Negeri 2 Kota Ambon di Desa Hative Besar sebagai tuan rumah.

Mercy mengatakan, banyak sekali kegiatan lomba-lomba karya tulis ilmiah yang digelar selama ini. Sementara anak-anak di Maluku di tingkat SMP dan SMA, banyak yang tidak punya kapasitas dalam penyiapan karya tulis ilmiah yang berkualitas dan mampu untuk bersaing di pentas nasional, bahkan di tingkat global.

“Kita akan mendorong para siswa-siswi untuk suka mengetahui hal-hal baru, yang kemudian bisa dibuktikan kebenarannya secara logis dengan tesis-tesis yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmu pengetahuan, serta mampu melakukan transformasi,” ungkapnya.

Dikatakan, transformasi yang dimaksudkan adalah dasar ilmu pengetahuan yang bersifat teoritik yang kemudian dimanfaatkan untuk memberikan dampak bagi kelangsungan hidup masyarakat.

“Entah karya ilmiah di bidang pendidikan, kesehatan, kelautan atau di berbagai bidang apa saja,” sambungnya.

Menurutnya, penulisan karya tulis ilmiah ini juga adalah bagaimana membangun komunitas anak muda yang cerdas dan berkualitas yang kompetitif, bukan saja di tingkat SMA atau sederajat seperti sekarang ini, tetapi juga ketika mereka menuju ke jenjang atau ke perguruan tinggi.

Olehnya itu, dengan berbekal ilmu penyusunan karya tulis ilmiah sejak dini, maka kedepannya mereka sudah akan terbiasa dengan bekerja melakukan kerangka kerja berpikir kritis dengan pendekatan dan sistem berpikir yang sistematis dan terukur.

“Sistematika berpikir yang logis seperti itulah yang diharapkan dia mampu melahirkan karya-karya pengetahuan, karya-karya ilmiah yang luar biasa, entah itu untuk di tingkat pengetahuan dasar maupun riset-riset terapan yang bisa menghasilkan temuan-temuan baru di berbagai bidang untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutup MCB sapaan akrabnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here