Beranda Berita Perpustakaan Nasional RI Gelar Talkshow Literasi di Maumere

Perpustakaan Nasional RI Gelar Talkshow Literasi di Maumere

235
0

Perpustakaan Nasional ( Perpusnas RI ) melaksanakan kegiatan talkshow peningkatan indeks literasi masyarakat di Auditorium Universitas Nusa Nipa Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat 14 Oktober 2022.

Taklshow bertajuk ‘Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional’ dihadiri lima narasumber berkompeten. Pemaparan materi berlangsung khidmat dihadiri ratusan peserta dari pimpinan OPD Sikka, guru dan kepela sekolah, serta segenap civitas akademika.

Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Adin Bondar mengatakan, Perpustakaan Nasional RI memiliki tanggung jawab untuk membina dan mengawal geliat literasi seluruh masyarakat, termasuk di Nian Tana Sikka.

“Kami tentu memiliki tanggung jawab mengawal pertumbuhan literasi di seluruh Indonesia. Ini untuk memperkuat ekosistem literasi,” katanya.

Menurut dia, fokus kegiatan bertujuan untuk menanamkan budaya baca dari hulu hingga hilir agar indeks kegemaran membaca dan litersi Indonesia meningkat.

Perpustakaan Nasional juga terus memotivasi masyarakat agar memaksimalkan literasi melalui transformasi digital sehingga terbentuk minat membaca yang berkualitas.

Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira dalam sambutan memberikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional yang terus menggelar kegiatan literasi secara masif seantero Tanah Air.

“Di Komisi X, salah satu mitra kami itu adalah Perpustakaan Nasional. Perpustakaan Nasional ini sangat aktif dan masif melakukan kegiatan-kegiatan literasi di seluruh Indonesia,” ujarnya dihadapan ratusan seperta forum.

Sebagai putra asli Nian Sikka yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) NTT 1, Adreas Hugo berterima kasih atas alokasi proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah yang saat ini sedang dibangun di Jalan El Tari Maumere.

“Perpustakaan Nasional juga memperhatiakan pembangunan fisik dan mudah-mudahan tahun ini pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Sikka dapat rampung,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga menjelaskan, literasi lewat referensi buku sangat penting untuk mengasah kecerdasan seseorang.

Dia mengambil contoh dirinya yang tak pernah bergelar sarjana namun kerap menjajal berbagai negara di Benua Asia. Menurut dia, capaian yang diraih tidak lepas dari budaya membaca buku.

“Berbagai daerah di Indonesia saya sudah keliling, termasuk di daerahnya Pak Adin Bondar. Waktu itu saya masih jadi Ketua Induk Nasional Koperasi Kredit Indonesia,” katanya.

Melihat kondisi saat ini, Romanus mengaku sangat merindukan presensi taman baca dan perpustakaan yang semakin banyak bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa.

“Semoga nanti taman baca dan perpustakaan hadir di desa-desa. Masyarakat diharapkan semangat membaca agar mewujudkan peningkatan-peningkatan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here