Beranda Berita Pemkot Surabaya Targetkan 10 Ribu Nakes Divaksinasi Tiap Pekannya

Pemkot Surabaya Targetkan 10 Ribu Nakes Divaksinasi Tiap Pekannya

320
0

Sebanyak 109 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) telah disiapkan untuk mendukung kegiatan vaksinasi di Kota Pahlawan. Itu terdiri atas 63 puskesmas dan 46 rumah sakit yang tersebar di 31 kecamatan. Berdasar pantauan Jawa Pos kemarin (16/1), sejumlah fasyankes sudah siap menggelar vaksinasi.

Di Puskesmas Ketabang, misalnya. Di sana sudah disiapkan empat meja untuk proses vaksinasi. Penataan dan persiapan teknis dilakukan sejak Jumat (15/1) yang bersamaan dengan pencanangan vaksinasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Whisnu Sakti Buana di halaman balai kota.

“Semua sudah kami siapkan. Petugas dari kami juga sudah siap,” kata Kepala Tata Usaha Puskesmas Ketabang Wahyu Sasongko kepada koran ini.

Whisnu menyebutkan, ada 109 fasyankes yang disiapkan untuk mendukung kegiatan vaksinasi di Surabaya. Terdiri atas 63 puskesmas dan 46 rumah sakit yang tersebar di seantero wilayah Surabaya.

“Bahkan, untuk mendukung lancarnya kegiatan vaksinasi, semua fasyankes sudah melakukan simulasi,” jelas Whisnu.

Untuk gelombang pertama ini, Surabaya mendapat jatah 33.420 dosis vaksin. Setelah vaksinasi terhadap forpimda dan tokoh, target selanjutnya adalah para nakes yang bekerja di seluruh fasyankes. Jumlahnya 33.027 orang.

Pemkot memasang target, setiap minggu ada 10 ribu nakes yang diimunisasi. Dengan demikian, dalam tiga minggu ke depan, seluruh nakes sudah mendapatkan vaksin untuk membentuk antibodi pada tubuh mereka.

“Nakes masuk prioritas utama karena mereka paling berisiko tinggi terpapar saat bertugas di fasyankes. Dengan sudah divaksin, nakes makin aman dari risiko penularan,” imbuh Whisnu.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memastikan seluruh nakes akan mendapat vaksinasi. Dengan demikian, mereka semakin aman saat bertugas merawat pasien Covid-19. Bagi yang belum melakukan registrasi ulang, diharapkan untuk segera melakukan registrasi. Dengan demikian, mereka akan mendapat tiket elektronik untuk dibawa saat vaksinasi.

“Kami yakin vaksin ini baik untuk menjaga antibodi,” ujar Ketua IDI Surabaya dr Brahmana Askandar SpOG.
Vaksinasi sangat penting dilakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Itu merupakan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penularan virus di tengah masyarakat.

Menurut dia, setelah dilakukan vaksinasi masal, masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Minimal dengan tetap disiplin menjalankan 3M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.
“Sebab, tidak berarti setelah divaksin, kita kebal dengan virus. Jadi, penjagaan prokes tidak boleh kendur meski sudah divaksin,” tandas dr Brahmana Askandar.

Sementara itu, wakil rakyat memberikan apresiasi atas kesiapan pemkot dalam melakukan vaksinasi. Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah meminta pemerintah segera melakukan sosialisasi masif ke masyarakat. “Ini dilakukan agar masyarakat sadar dengan pentingnya vaksin Covid-19,” kata Khusnul Khotimah.

Menurut dia, perlu ada gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur. Dari tokoh agama, perangkat pemerintah, akademisi, hingga ahli kesehatan. Bahwa, vaksin Covid-19 yang diadakan pemerintah adalah aman dan halal.

“Gerakan sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi yang benar dan bermanfaat. Sehingga, publik benar-benar memahami tentang vaksin Covid-19. Tidak gamang, ragu-ragu, atau takut,” imbuh politikus PDI Perjuangan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here