Beranda Berita DPR Imbau Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital Selama Pandemi

DPR Imbau Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital Selama Pandemi

390
0

Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris mengatakan bahwa hoaks yang beredar di tengah pandemi ini cukup memprihatinkan dan membuat disinformasi di masyarakat yang mengakibatkan adanya kesalahpahaman terkait penerapan protokol Kesehatan.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) selama pandemi covid-19 Januari sampai awal Agustus sudah terjadi sebanyak 1.028 kasus hoaks. Kemunculan hoaks terbanyak terjadi pada bulan Maret dengan 265 kasus hoaks.

“Hal ini sangat membahayakan masyarakat apabila masih mempercayai hoaks. Selain merugikan masyarakat sekitar, hoaks ini juga akan mempersulit upaya penanganan covid-19,” ujar Charles

Menurut riset Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan dan Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya durasi online populasi dewasa meningkat 52% dibanding sebelum pandemi.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi digital selama pandemi ini. Harapannya, agar pesan yang disampaikan soal covid-19 ini bisa dicerna dengan baik dan tidak mudah termakan informasi salah atau hoaks.

“Pencarian informasi terkait covid-19 menjadi sangat penting dan berpengaruh untuk kesehatan dan pengambilan keputusan di masyarakat. Maka, literasi digital di masyarakat perlu ditingkatkan lagi,” jelas Charles.

Sebagai upaya meningkatkan literasi digital diperlukan tiga aspek yakni regulasi, infrastruktur dan ekosistem. Dalam hal ini, DPR Bersama dengan pemerintah akan terus memaksimalkan ketiga aspek tersebut demi meningkatkan literasi digital.

Ia menyebut sejauh ini dari aspek regulasi, DPR dan pemerintah sudah menyediakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk mengatur urusan literasi digital. Di samping itu, saat ini DPR juga sedang membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk memberikan rasa aman kepada pengguna internet.

“Namun dari segi insfrastruktur dan ekosistem masih kurang. Untuk itu, kami mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan merdeka sinyal dan membangun ekosistem digital untuk mendukung literasi masyarakat,” papar dia.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat bisa meningkatkan literasi digitalnya secara mandiri. Misalnya dengan cara membiasakan diri mengecek ulang sumber berita, jangan mudah terprovokasi, cari pembanding berita dan perbanyak membaca literasi.

“Jadi sekeras apapun usaha DPR dan pemerintah akan sulit kalau masyarakatnya abai. Karena pengguna internet aktif kan masyarakatnya sendiri,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here