Beranda Uncategorized DPR Minta APBN 2021 Difokuskan ke Sektor Kesehatan dan Ekonomi

DPR Minta APBN 2021 Difokuskan ke Sektor Kesehatan dan Ekonomi

303
0

Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah untuk cermat dan efisien dalam menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (RAPBN) tahun 2021 dikarenakan ada beberapa sektor yang diprioritaskan.

Sebagai instrumen yang penting dan strategis bagi kesejahteraan rakyat, menurut Puan, APBN 2021 perlu diarahkan ke sektor kesehatan dan ekonomi.

Penguatan bidang kesehatan, pemulihan ekonomi, pemulihan sosial, transformasi strategis, serta penguatan reformasi sangat diperlukan.

“Pemerintah harus cermat perhitungkan kemungkinan dan ansitipasi ketidakpastian yang ada di depan. APBN perlu diarahkan untuk pemusatan kesehatan, pemulihan ekonomi, pemulihan sosial, dan transformasi startegis,” ujar Puan.

Dalam bidang kesehatan, APBN 2021 perlu dialokasikan untuk program pemerintah dalam mempercepat penanggulangan pandemi covid-19. Pemerintah dituntut fasilitasi penemuan vaksin, penyediaan masker untuk rakyat, penguatan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan alat kesehatan.

Bukan hanya itu saja, menurut Puan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga masih harus diperketat lagi. Namun, harus dilaksanakan secara lebih terpadu dan terkoordinasi dengan perbaikan.

“Reformasi program JKN menuju jaminan kesehatan semesta juga sangat dibutuhkan, baik dalam konteks percepatan pemulihan sosial ekonomi maupun dalam konteks membangun dan mewujudkan SDM Indonesia yang unggul,” paparnya.

Selanjutnya ia pun berharap pemerintah dapat mengantisipasi ketidakpastian yang akan datang. Pasalnya, RAPBN 2021 ini disusun dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19 yang berdampak pada ketidakpastian perekonomian global dan nasional.

“Pemerintah perlu juga memperhitungkan berbagai kemungkinan dalam antisipasi ketidakpastian di masa yang akan datang, serta menyediakan ruang fiskal yang antisipatif sehingga APBN 2021 dapat berjalan dengan efektif,” tandas Puan.

Sebelumnya, pemerintah merencanakan alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp169,7 triliun atau setara 6,2% APBN. Anggaran akan diarahkan utamanya untuk peningkatan dan pemerataan dari sisi supply, serta dukungan untuk pengadaan vaksin.

Bukan hanya itu saja, ektor kesehatan juga akan didukung anggaran untuk meningkatkan nutrisi ibu hamil dan menyusui, perlindungan gizi balita, penanganan penyakit menular, serta akselerasi penurunan stunting.

Adapun perbaikan efektivitas dan keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional, penguatan pencegahan, deteksi, dan respons penyakit, serta sistem kesehatan terintegrasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here