Beranda Berita Masyarakat Diminta Tak Ikuti Lomba Demi Tekan Penyebaran Covid-19

Masyarakat Diminta Tak Ikuti Lomba Demi Tekan Penyebaran Covid-19

356
0

Anggota Komisi IX DPR RI, Dewi Aryani meminta Kabupaten /Kota di wilayah Jawa Tengah IX (Kabupaten/Kota Tegal dan Brebes) untuk mengimbau warganya agar tidak mengadakan perlombaan pada HUT 17 Agustus terlebih dahulu.

“Kerumunan orang tidak bisa dihindari ketika ada lomba tujuh belasan. Hal ini berpotensi terjadi penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19),” kata Dewi.

Dewi mengatakan terhitung pada Kamis, 6 Agustus 2020 kasus suspek tembus ke angka 343 orang (satu orang diisolasi, 341 orang dinyatakan selesai pemantauan, dan satu orang meninggal dunia).

Sebelumnya, pada 3 Agustus kasus suspek sebanyak 2.393 orang (88 orang dalam pemantauan, 2.301 dinyatakan selesai pemantauan dan empat orang meninggal dunia).

Menurut data probable (konfirmasi yang bergejala) per 6 Agustus 2020sebnayak 73 orang (3 orang dirawat, 60 selesai pemantauan, dan 10 meninggal). Jika dibandingkan data pada 3 hari sebelumnya, tercatat 131 pasien dalam pengawasan (PDP), 30 orang dirawat, 91 dipulangkan dan 10 meninggal dunia.

Pada kamis 6 Agustus 2020, Kasus konfirmasi bergejala dan tidak bergejala tercatat sebanyak 64 orang (4 dirawat, 6 isolasi mandiri, 52 sembuh, dan 2 meninggal dunia). Data ini tercatat mengalami kenaikan dibandingkan pada 3 Agustus yang menunjukkan 60 orang positif Covid-19 (7 dirawat, 9 dikarantina, 43 sembuh dan satu orang meninggal dunia).

Selanjutnya menurut data 6 Agustus, terdapat 349 orang yang dikonfirmasi memiliki riwayat kontak dengan orang yang terkena Covid-19. 14 diantaranya menjadi kasus terkonfirmasi, satu menjadi kasus suspek dan 334 dinyatakan selesai pemantauan.

Dengan banyaknya jumlah tersebut, Dewi Aryani khawatir bahwa Kabupaten Tegal dan Brebes akan bertambah angkanya jika dilakukan tes massal. Hal tersebut mengingat di beberapa titik di Kota Tegal yang telah dilakukan test massal oleh Tim Pemprov Jateng, angka tersebut naik bahkan di kalangan tenaga kesehatan.

Kenaikan tersebut dikatakan wajar oleh Dewi dikarenakan adanya tingkat mobilitas yang tinggi dan banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Jika ada daerah klaim sebagai zona hijau, justru peningkatan kewaspadaan diperlukan dan penerapan adaptasi kebiasaan baru harus benar-benar serius,” kata Dewi.

Dewi melanjutkan, terkait bed ratio rumah sakit perlu dikhawatirkan jika mengalami kenaikan, namun saat ini masih berada di kisaran 60-70% jadi tidak perlu dikhawatirkan. Ia juga menegaskan bahwa perlu adanya persiapan tempat karantina untuk warga positif Covid-19 dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Mereka tidak bergejala tetapi positif sehingga perlu diisolasi khusus di tempat khusus mengingat tidak semua rumah warga layak untuk isolasi mandiri,” katanya.

Selanjutnya, dewi pun mendukung adanya langkah yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sigap menurunkan tim khusus melakukan test swab dengan PCR Mobile yang dapat melihat apakah disuatu daerah sudah aman atau belum.

Selain itu, Dewi juga meminta kepada Kemenkes dan gugus tugas pusat untuk memperbanyak reagen kit dan alat PCR portable untuk dilakukan test portable secara masif di Dapil Jateng IX khususnya di Kota Tegal, kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes yang angkanya semakin meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here