Beranda Berita Dewan Usul Beri Bantuan Gawai bagi Siswa Tak Mampu

Dewan Usul Beri Bantuan Gawai bagi Siswa Tak Mampu

300
0

Komisi D DPRD Kota Makasar, Al Hidayat Syamsu mengusulkan agar kader lain untuk memberikan bantuan berupa smartphone untuk siswa kurang mampu agar dapat menempuh pendidikan secara online.

Di situasi saat ini masih banyak penebaran virus Covid-19 sehingga siswa masih diinstruksikan untuk belajar online dirumah dengan menggunakan internet dan smartphone.

Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan keadaan yang ada, untuk sebagian siswa yang kurang mampu, mereka tidak bisa menjangkau sistem pembelajaran tersebut.

“Tidak ada lain kalau bukan diberikan distribusi fasilitas teknologi ke seluruh siswa-siswi yang tidak mampu ini semacam bantuan semisal HP (smartphone),” ujar legislator PDIP ini.

Hidayat pun menuturkan bahwa dunia telah memasuki era 4.0 dimana semua kegiatan telah berbasis internet. Kota Makasar seharusnya telah mempersiapkan transformasi pendidikan yang baru dengan mengikuti trend yang berlaku.

Di masa pandemic ini pun pemerintah dipaksa untuk mempercepat sistem online, hal ini terlihat dalam kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mulai memberikan kelonggaran sekolah dalam menggunakan anggaran untuk kepentingan IT.

“Tidak bisa kita pungkiri lambat laun itu tergantikan, jadi kalau keadaan sekarang sudah memaksa. Smartphone juga bagian dari pada solusi untuk penggantian anggaran buku menjadi smartphone,” katanya.

Utamanya sekolah swasta yang harus menanggung rugi, dengan tetap membayar iuran namun anaknya tidak memperoleh pendidikan secara penuh.

“Tidak bisa dipungkiri kondisi kemarin pada SD 23.000 lulus, sementara penampungan hanya sekitar 16.000 artinya sisanya ini yang tidak terakomodir memperoleh pendidikan publik, SMP Negeri, SMP yang gratis, mereka sekolah di swasta, mana tau ada di antara mereka yang tidak mampu, coba pikir mereka sudah swasta tidak mampu, dan harus memiliki smartphone,” katanya.

Lebih jauh Hidayat mengatakan, sekolah sudah harus kreatif, apalagi telah ada kelonggaran dalam membelanjakan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sudah semestinya memanfaatkan hal itu ke arah pengoptimalan pembelajaran daring.

“Nda usah jauh-jauh dulu smartphone, apakah sudah ada sekolah yang sediakan kuota untuk siswanya, atau bahkan gurunya, ini semestinya didata dan transparan,” pungkas Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here