Beranda Uncategorized Ineu Purwadewi: Peringatan Hari Ibu ke-93, Jadi Momentum Perempuan Berdaya Wujudkan Generasi...

Ineu Purwadewi: Peringatan Hari Ibu ke-93, Jadi Momentum Perempuan Berdaya Wujudkan Generasi Berkarakter

210
0

Peringati Hari Ibu 22 Desember 2021, Wakil Ketua DPRD Jabar, Dr.Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos, M.M., senantiasa mengingatkan masyarakat atas jasa ibu dalam setiap kehidupan manusia.

Peringatan Hari Ibu merupakan upaya untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

Ineu mengatakan, Peringatan yang jatuh pada tanggal 22 Desember ini menjadi hari yang spesial bagi banyak orang, terutama para ibu. Peringatan Hari Ibu Tahun 2021 ini mengusung tema Perempuan Berdaya, Indonesia Tangguh. Ia mengajak kaum perempuan dan para generasi penerus bangsa untuk mengisi pembangunan semaksimal mungkin.

“Perempuan berdaya adalah perempuan yang memiliki kekuatan dan tangguh untuk melakukan hal-hal positif,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini.

Ineu menambahkan, Generasi berkarakter diperlukan bagi pembangunan Provinsi Jawa Barat kedepan. Adalah generasi yang menguasai ilmu teknologi dan tentunya berakhlak mulia. Selain itu generasi yang tahan banting memiliki semangat hidup yang tinggi dibarengi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai, tetapi tetap tidak kehilangan jati dirinya sebagai warga negara Indonesia yang mempertahankan budaya bangsanya. Dan pastinya generasi berkarakter itu adalah generasi Pancasila.

Menurut Ineu, untuk mewujudkan generasi berkarakter penuh tantangan terlebih di era globalisasi seperti saat ini. Orang tua harus ekstra dalam memperhatikan putra-putrinya di mana dengan banyaknya informasi generasi muda ini harus lebih dijaga dan diberikan pengawasan.

Oleh karena itu membangun karakter generasi muda di era global merupakan sesuatu yang imperatif dalam upaya membentuk generasi unggul berkepribadian bangsa.

“Kita harus secara bersama-sama tidak boleh masing-masing dalam membangun generasi berkarakter ini. Hadir kami, eksekutif, legislatif, masyarakat, kader dan sebagainya dalam upaya memperbaiki terus sumber daya menuju Indonesia emas 2045. Membangun generasi emas pendidikan karakter sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional,”ujar Ketua BMI Prov. Jawa Barat itu

Dikatakan Ineu, pendidikan karakter harus menjadi perhatian dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas untuk kepentingan warga negara secara keseluruhan. Dengan pendidikan karakter yang luar biasa tercipta generasi-generasi yang ke depannya bisa menjadi generasi emas, generasi percontohan yang bisa membantu Jawa Barat Juara, Indonesia Maju.

Oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu upaya untuk membentuk karakter anak bangsa. Pendidikan Tidak sekedar membuat anak didik cerdas, cerdik dan pandai namun harus berkarakter dan berbudaya.

“Membangun karakter merupakan tugas bersama karena membangun karakter merupakan suatu proses atau usaha yang harus dilakukan secara terus-menerus dalam rangka membina memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat, kejiwaan, akhlak, budi pekerti insan manusia. Kami bersama pemerintah provinsi harus saling mendukung dalam mewujudkan generasi berkarakter,” ucapnya.

Adapun dukungan DPRD dalam membentuk generasi berkarakter yaitu membentuk peraturan atau regulasi melalui peraturan daerah (Perda). Yang kedua fungsi penganggaran di mana proses penganggaran mewujudkan yang responsif gender, yang betul-betul menuju membentuk generasi berkarakter dan generasi emas 2045. Fungsi yang ketiga adalah fungsi pengawasan, di mana DPRD juga melakukan pengawasan terhadap Perda-perda yang telah tercipta untuk masyarakat Jawa Barat.

“Apakah telah diimplementasikan dengan baik. Apakah Perda ini sudah meng-cover melindungi betul-betul bermanfaat bagi masyarakat di Jawa Barat. Pengawasan juga dilakukan pada anggaran yang sudah kami tetapkan dalam rangka implementasi anggaran bisa dilakukan,”tuturnya.

Dari tiga fungsi DPRD tersebut, lanjut Ineu fungsi pembentukan Perda terkait generasi berkarakter, di antaranya melalui Perda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, Perda Provinsi Jawa Barat Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan Perda Penyelenggaraan Pendidikan serta Perda lainnya yang berkaitan dalam pembentukan generasi berkarakter.

“Perda-perda yang ada ini juga harus kita sinergis kan karena untuk membangun generasi berkarakter bukan hanya Perda yang terkait saja tapi bagaimana generasi kedepan bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Ini jadi pemikiran bersama untuk menciptakan kenyamanan dalam peraturan daerah yang ada di Jabar,”ujarnya.

Dalam fungsi penganggaran DPRD memiliki fungsi penganggaran bersama dengan pemerintah daerah membuat perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada upaya membentuk generasi yang berkarakter melalui berbagai program atau kegiatan Perda perangkat daerah terkait.

“Anggaran responsif gender ini bukan kata-kata tapi ini harus terwujud dan terlaksana dengan baik, kegiatan penganggaran ini bukan saja karena perempuan dan anak ada di DP3AKB penganggaran nya, ini bisa direncanakan di OPD yang lain, mitra-mitra yang lain karena ini terkait dengan bagaimana mewujudkan responsif gender,”ucapnya.

Di antaranya, pada Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Parwisata dan Kebudayaan, Badan Kesbangpol serta dinas lain yang saling berkaitan untuk membantu menciptakan generasi-generasi yang berkarakter untuk masa depan bangsa.

Diakui Ineu, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan perencanaan di 2023 agar betul-betul anggaran yang nanti diciptakan berpihak pada ketahanan keluarga.

“Jadi ketahanan keluarga bukan hanya direncanakan pada DP3AKB tapi dinas yang lain juga harus memikirkan bagaimana mewujudkan perencanaan yang responsif gender,”ujarnya.

Pemerintah daerah membuat perencanaan penganggaran yang terkait hanya permasalahan perempuan saja tetapi juga dalam membentuk generasi yang berkarakter sejak dini melalui beberapa program kegiatan untuk mewujudkan generasi yang berkarakter Jawa Barat.

Yang terakhir, fungsi pengawasan, di mana DPRD mengawasi dan memantau setiap pelaksanaan peraturan daerah yang sudah disepakati bersama pemerintah daerah dan mengawasi anggaran yang sudah disahkan dalam APBD.

“Tentunya kami mengawasi bagaimana implementasi dari kegiatan kegiatan implementasi Perda dan anggaran yang dilakukan setidaknya pengawasan ini dilakukan untuk bahan evaluasi. Oleh karena itu dalam fungsi pengawasan kami juga terbuka selain melakukan pengawasan kami juga ingin mendapatkan masukan dari berbagai pihak,”ucapnya.

Ineu menegaskan, membentuk generasi berkarakter tidak mudah, investasinya sangat luar biasa. Tentunya harus ada sinergitas yang dibangun antar seluruh stakeholder yang terkait untuk mewujudkan generasi emas 2045 atau 100 tahun Indonesia Merdeka.

“Kemudian tidak ada lagi yang lalai dalam tugas mendidik karena mendidik bukan hanya tugas guru, tapi orang tua dalam ketahanan keluarga dan lingkungan juga perlu, kemudian tidak saling menyalahkan tapi harus bahu-membahu menciptakan generasi yang berkarakter Pancasila sehingga terwujud generasi emas Indonesia di tahun 2045. Saya yakin apa yang kita cita-citakan akan mudah kita wujudkan secara bersama-sama bergotong royong dan berkolaborasi,”ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here