Beranda Berita Carol-Wenny Lakukan Penanaman Perdana Bibit Kopi Arabika Mahawu Dengan Metode Agroforestri

Carol-Wenny Lakukan Penanaman Perdana Bibit Kopi Arabika Mahawu Dengan Metode Agroforestri

289
0

Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara menjadi area potensial untuk beragam sektor, termasuk perkebunan. Bahkan dataran tinggi wilayah Rurukan, tepatnya di perkebunan milik Misi Keuskupan Manado yang berada di Jalan Gunung Mahawu dicanangkan untuk dijadikan area Pengembangan Kopi Arabika Mahawu.

Ide ini digagaskan Redo Coffe yang bekerja sama dengan Keuskupan Manado dan Pemerintah Kota Tomohon. Pencanangan pun ditandai dengan penanaman perdana Kopi Arabika Mahawu dengan metode Agroforestri Untuk pengembangan Pariwisata, Kamis (8/4/2021).

Penanaman perdana dilakukan langsung Wali Kota Tomohon Caroll Senduk dan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut bersama Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. Founder Redo Coffe Syahrial Ogi mengatakan secara hitungan matematis untuk lahan 12 hektare akan ditanami 12 ribu bibit kopi Arabika yang terdiri dari enam varietas.

“Ada varietas Kopi Arabika yang dikembangkan. Dengan target 12 ribu,” katanya.

Dia pun menyebut ide pengembangan kopi Arabika ini muncul karena melihat peluang pasar, sehingga menjadi pemicu bagaimana untuk mengembangkan kopi Arabika di Sulawesi Utara. Untuk itu, dengan ketinggian 1200 Meter di atas permukaan laut (mdpl), sangat cocok untuk kopi Arabika.

“Ide yang kita terapkan di sini yaitu Agroforestri. Karena bukan hanya untuk pengembangan namun memperhatikan prinsip ekologi. Apalagi tak hanya akan berhenti sampai di situ, namun akan sampai pada peningkatan UMKM,” jelasnya.

“Kami berharap kehadiran kami untuk pengembangan kopi Arabika bisa memberi dampak yang jelas dan langsung bagi masyarakat secara umum dan pelaku-pelaku ekonomi kreatif,” tukasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tomohon Caroll Senduk menyatakan mendukung penuh inisiator yang dilakukan Redo Coffee bersama Keuskupan Manado.

“Kami ini bisa menjadi pendorong terciptanya kebangkitan ekonomi. Apalagi visi misi kami tentang Tomohon Kota Pariwisata Dunia,” ungkap Caroll Senduk berharap kedepan nanti lahan perkebunan kopi ini bisa menjadi lokasi wisata

“Bisa jadi wisata petik kopi. Ini akan menarik minat wisatawan karena ada ditanami 12 Ribu Pohon,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut memberikan tantangan kepada Redo Coffe sebagai inisiator.

“Saya menantang akan berikan Rp 250 juta diberikan asal tertanam 12 ribu pohon. 8 April 2022 akan kami cek kalau betul sudah ditanam, dana akan saya serahkan,” jamin Wenny Lumentut.

Dalam kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulut Rainer Dondokambey, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Steven Waworuntu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here