Beranda Berita Jokowi Harap PBB Berbenah Diri Agar Lebih Responsif

Jokowi Harap PBB Berbenah Diri Agar Lebih Responsif

283
0

Presiden Jokowi berharap agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat berbenah diri agar lebih responsif dalam menjawab tantangan global. Jokowi untuk pertama kalinya akan berpidato di PBB setelah lima tahun sebelumnya sempat absen dan diwakilkan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

“PBB harus senantiasa berbenah diri melakukan reformasi revitalisasi dan efisiensi. PBB harus dapat membuktikan bahwa ‘multilateralism delivered’ termasuk pada saat terjadinya krisis PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global,” kata Jokowi

Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut bukan hanya Jokowi yang akan berpidato virtual, sejumlah Menteri-menteri pun akan turut berpidato seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat PBB agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif sejalan dengan tantangan zaman,” kata Jokowi

Menurut Jokowi PBB merupakan cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus.

“Indonesia memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB, terhadap multilateralisme, multilateralisme adalah satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, 75 tahun yang lalu, PBB dibentuk agar perang dunia II tidak terulang kembali dan agar dunia bisa lebih damai, stabil, dan sejahtera karena Perang tidak akan menguntungkan siapapun. Tidak ada artinya sebuah kemenangan dirayakan di tengah kehancuran, dan tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah dunia yang tenggelam.

Jokowi menilai prinsip-prinsip piagam PBB dan hukum internasional tidak diindahkan termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Jokowi merasa semua orang sekarang prihatin melihat situasi keprihatinan saat pandemi Covid-19 ini.

“Di saat seharusnya kita semua bersatu-padu bekerja sama melawan pandemi, justru yang kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menanjak,” ucap Jokowi.

Padahal seharusnya negara-negara di dunia bersatu padu untuk selalu menggunakan pendekatan win-win pada hubungan antarnegara yang saling menguntungkan.

“Kita tahu dampak pandemi ini sangat luar biasa baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi, kita juga paham virus ini tidak mengenal batas negara no one is safe, until everyone is. Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi maka saya khawatir pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna,” jelas Jokowi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here