Beranda Berita Implementasi Empat Pilar Kebangsaan Perlu Menjadi Perhatian Serius Terutama Di Bidang Ekonomi

Implementasi Empat Pilar Kebangsaan Perlu Menjadi Perhatian Serius Terutama Di Bidang Ekonomi

272
0

Semangat kewirausahaan di kalangan anak muda yang mulai tumbuh akan mendukung pembangunan ekonomi rakyat. Namun, jika tidak dilakukan dengan implementasi empat pilar kebangsaan, ada bahaya besar menjadikan pelaku ekonomi hanya semata-mata “economic animal” yang mengejar keuntungan sebesar-besarnya.

Anggota MPR RI dari PDI Perjuangan Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, kebangkitan milenial dalam wirausaha dan aktivitas ekonomi harus menjadi wujud implementasi empat pilar kebangsaan.

“Sehingga, yang muncul dari awal adalah spirit ekonomi berbagi untuk kesejahteraan bersama, bukan agresivitas “economi animal” yang menjurus pada prinsip kapitalisme liberal,” kata Agustina

Agustina menambahkan, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara saat ini memgalami pergeseran dan perubahan akibat dirupsi teknologi. Perubahan memang sebuah keniscayaan, namun perubahan harus tetap berlangsung dalam kerangka empat pilar kebangsaan. Sebab, empat pilar itulah sebagai fondasi kebangsaan Indonesia.

Empat Pilar Kebangsaan merupakan alat pemersatu Indonesia ketika bangsa Indonesia ingin menggapai kedaulatan dalam bidang politik dan berdikari di bidang ekonomi. Empat pilar yang dimaksud terdiri dari, Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Ancaman-ancaman kedaulatan negara tidak akan pernah berhenti sepanjang zaman. Di bidang ekonomi, kesempatan dan peluang mengembangkan ekonomi jangan dipahami dalam pengertian kapitalisme dan oligarki ekonomi, melainkan dilaksanakan dengan semangat gotong royong,” tandasnya.

Generasi muda jika tidak dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman makna Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika akan kurang menghayati nilai-nilai persatuan, kurang mewarisi semangat perjuangan, nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air.

Ditambah lagi, disrupsi digital seolah-olah membuat setiap orang yang memegang gadget sebagai warga dunia, ketika semua paham dan pengertian masuk dengan sedemikian mudah. Karena itu, aktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar sangat penting.

“Dalam kewirausahaan dan ekonomi, semangat berbagi yang terkandung dalam semangat gotong royong justru menjadi penguat pelaksanaan share economy yang bertujuan memuliakan semua orang dalam kehidupan ekonomi. Dengan gotong royong, tidak ada lagi serigala-serigala ekonomi yang saling memangsa, yang mengakibatkan si miskin bertambah miskin tetapi si kaya bertambah kaya,” paparnya.

Misi negara yang terkandung dalam empat pilar di antaranya adalah “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” bukan untuk melindungi masing-masing individu. Yang ingin diwujudkan dengan berdirinya Negara Indonesia adalah ”suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indnesia.”

Sekali lagi dalam rumusan tersebut tidak tersirat dan tersurat kepentingan pribadi yang ditonjolkan, tetapi keseluruhan rakyat Indonesia berdasarkan paham kebersamaan dan kegotong-royongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here